DOSA BESAR SUAMI TERHADAP ISTRI

by oky , at 11:21 AM




Kadang, suami tak sadar bahwa beberapa sikap yang disepelekan terhadap istri bisa menyebabkan dia memperoleh catatan amal buruk. Istri jua memiliki hak, apabila itu tidak ditunaikan maka akan menjadi tanggungan dosa bagi suaminya.

Tulisan di bawah ini akan mengulas beberapa perbuatan suami yang bisa menjadi dosa terhadap istrinya.



1. Tidak mengajari ilmu agama

Salah satu hak paling penting istri adalah mendapat pengajaran dari suaminya terutama dalam perkara agama. Adalah sebuah kewajiban bagi suami untuk mendidik istrinya. Karena istri akan menjadi madrosatul ulaa bagi anak-anaknya.

Anak yang saleh dan berakhlak mulia dididik oleh istri yang salehah dan taat, sedang istri semacam itu hanya ada pada suami yang saleh dan taat pula serta memiliki pemahaman agama yang baik. Yang siap membimbing istrinya menjadi tauladan bagi buah matanya.

Maka tunaikanlah hak istri wahai suami!



2. Tidak memberi nafkah

Selain ilmu agama, yang tidak kalah pentingnya ialah memberi nafkah. Diwajibkan kepada suami untuk memberi nafkah pada istrinya sesuai dengan kemampuannya.

Adalah sebuah dosa besar bagi suami yang membiarkan istrinya mencari nafkah, sedang dia diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa.

Istri diperbolehkan mencari nafkah dengan syarat: dalam rangka membantu suami dan usaha/pekerjaan yang dia lakukan atau tempat dia bekerja terhindar dari fitnah.

Tapi, jika membiarkan istri menjadi tulang punggung, sedang suami hanya duduk dan menghabiskan waktu sia-sia, serta tak ada udzur syar'i yang menghalangi, sungguh dia melakukan dosa.



3. Tidak memiliki rasa cemburu

Suami diwajibkan untuk memiliki rasa cemburu. Bila suami tidak memiliki, itu benar-benar sebuah kesalahan fatal.

Seorang suami yang tak memiliki rasa cemburu disebut dayyuts, dan Allah tak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.


4. Berbuat buruk pada istri

Hendaklah suami menahan diri dari perkara ini: berbicara buruk, kasar, mencaci, bahkan memukul istri. Sungguh, suami yang berbuat demikian karena kurangnya ilmu agama pada dirinya.

Istri ibarat pakaian baginya, bagaimana mungkin dia tega merobek-robek pakaiannya?


5. Membiarkan istri yang bekerja atau menafkahi diri suami dan juga menjadi suami yang dipimpin istri

Ada suami yang tidak hanya tidak menafkahi, tapi juga ‘ongkang-ongkang kaki’ saja dinafkahi istrinya yang bekerja siang-malam, padahal sang suami tidak punya alasan atau udzur syar’i yang membolehkannya tidak bekerja.

”Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita,“(HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i).


Hadits di atas termasuk juga seorang suami yang takut pada istrinya sehingga segala keputusan dan tindakannya disetir oleh sang istri.

6. Membenci istri sendiri

Kesalahan lain suami adalah membenci istri sendiri. Padahal Rasulullah telah mengingatkan:

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,” (H.R. Muslim).

7. Enggan membantu istri melakukan pekerjaan rumah


Tidak sedikit suami yang ogah membantu pekerjaan domestik rumah tangga, padahal Rasulullah sendiri telah mencontohkan untuk membantu istri dalam persoalan rumahan sekalipun.

“Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,” (H.R. Bukhari).

8. Menyebarluaskan aib istrinya terutama persoalan ranjang pada teman-temannya

“Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya,” (H.R. Muslim).

9. Berpoligami tanpa mengindahkan aturan dan ketentuan syariat

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,” (Q.S An-Nisa: 3).

10. Ringan tangan memukul atau menyakiti tubuh istri dan menjelek-jelekkannya di hadapan orang lain

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani).

11. Bersikap baik pada orang lain, namun begitu buruk dan kasar perlakuannya pada istri sendiri

Padahal yang paling berhak menilai seseorang itu baik atau buruk bukanlah orang lain, melainkan pasangan kita sendiri.

“Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya,” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani).

Itulah beberapa perbuatan dosa suami terhadap istri. Tentu masih ada poin-poin lain yang belum kami sebutkan, silakan jika ingin menambahkan.

Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi bahan evaluasi dan bahan untuk introspeksi diri. Sekian. Semoga bermanfaat.
Comment disabled
Copyright ©2015 PrsTiNta
Theme designed by Damzaky Powered by Blogger