CARA SUKSES TERNAK BURUNG KACER PRAKTIS

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal Ternak Kacer . Burung ini biasanya dijadikan sebagai burung hiasan yang khusunya di perdengarkan suaranya. Burung dengan nama latin Magpie Robin ini memiliki dua jenis yang populer di Indonesia yaitu kacer jawa dan kacer sumatra.

Secara umum, sejauh ini kacer jawa atau kacer hitam kurang mendominasi pasaran karena kalah dari segi kualitas suara dibandingkan dengan kacer poci atau kecer sumatera. Tak heran jika kacer poci kemudian seringkali menjadi juara di kompetisi kicau burung. Kacer poci sendiri tidak berbeda jauh dengan kacer hitam, hanya saja kacer poci memiliki suara yang lebih keras dan jelas sehingga kemerduan serta kicauannya terdengar jelas. Berikut informasi selengkapnya mengenai Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal 

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal
Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal



Kandang Kacer

  • Lebih baiknya berukuran 90x90 cm, tinggi 180. Untuk rangka kandang usahakan dari balok atau dari jenis kayu yang keras, guna menghindari rayap. Didalamnya dibuatkan pangkringan, glodok sarang, tempat pakan serta minum, kolam untuk mandi burung (bisa diakali dengan cawan dari tanah liat atau kaleng roti ), tumbuh-tumbuhan dan tulang sotong.


Pemilihan Induk Kacer

  • Indukannya usahakan yang berkualitas baik karena bisa berpengaruh pada mutu anakannya nanti. Dengan ciri fisik tidak cacat, badan besar dan panjang, gerakannya gesit serta enerjik, sorot matanya tajam, rajin berkicau, dan berumur 10 bulan ke atas karena itu memasuki periode birahi. Kalau bisa usahakan yang sudah jinak. Untuk pakan sementara pakai pur saja.

Penjodohan 

  • Burung jantan dimasukan ke kandang ternak, sementara betina jangan dicampur dengan jantan. Betina bisa dimasukan ke sangkar burung kecil dan ditempelkan di kandang ternak. Setelah ada sinyal akur atau biasanya burung jantan berkicau terus serambi betina di dasar sangkar sambil ngleper-ngleper. Nah, baru boleh dilepaskan dan dicampur dengan pejantan di kandang tersebut.

Proses Bertelur

  • Selanjutnya langkah ke empat anda cuma memperhatikan proses alami yang dilakukan burung. Dalam arti pada saat bertelur, pengeraman dan penetasan. Biasanya kalau jantan dan betina sudah akur dan dicampur jadi satu di kandang ternak, tidak lama pasti bertelur, umumnya Burung Kacer bertelur 2-3 butir dan pengeraman berlangsung 14 hari, setelah itu penetasan biasanya cangkang telur dibuang dipinggir sarang.
  • Yang perlu anda perhatikan adalah sebelum 14 hari menetas, setidaknya 10 hari anda selalu mengeceknya tiap pagi dan sore. Kalau sudah terlihat cangkang telur sebaiknya anda beri pakan jangkrik, belalang, ulat, atau kroto. Guna untuk meloloh anakannya tiap pagi, siang,dan sore hari. Sampai anakannya keluar dari glodokan atau sarang dan bisa makan sendiri. Umumnya sih sekitar umur 3 minggu.

Pakan Kacer

  • Langkah yang terakhir cuma memperhatikan pakannya, karena setelah anakannya memasuki proses belajar makan sendiri dibutuhkan pakan yang terus-menerus, jangan sampai telat. Biasanya sekitar 4-5 minggu, anakannya mengikuti indukannya mematuk-matuk pakan yang kita berikan. Setelah begitu beri jarak 2-3 hari kemudian pisahkan anakannya, karena indukan biasanya akan bertelur lagi. Beri pakan kroto dan pur halus pagi dan sore.

Kesimpulan :

Terlebih mengingat harga indukan kacer masih tergolong murah karena belum terlalu populer usaha ini. Untuk satu bakalan bisa dihargai Rp. 300.000 - Rp. 400.000 berikut kandang. jadi peluang usaha burung kacer tergolong sangat bagus dengan jumlah pesaing yang masih sedikit. Namun demkian diakui bahwa memelihara burung kacer tidak semudah memelihara burung lain. Ada beberapa hal yang membuat ternak kacer lebih berat diantaranya :

1. Betina yang tidak mau bertelur atau kawin
2. Telur yang tidak mau menetas
3. Lingkungan yang terlalu ramai
4. salah memilih indukan.

Untuk itu alangkah baiknya jika anda belajar tentang bagaimana menangkar kacer dari beberapa penangkar yang telah sukses bukan hanya dari membaca karena hasilnya akan sangat berbeda. Terlepas dari semua itu, ternak kacer masih sangat potensial dijadikan sebagai peluang bisnis karena masih sedikitnya jumlah peternak padahal permintaan kacer untuk para penggemar burung kicau sangat banyak. Terlebih semakin berkurangnya burung kicau jenis kacer di alam karena banyaknya perburuan liar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel