4 JENIS ULAR MEMATIKAN DI INDONESIA


Ular adalah hewan melata yang hingga saat ini banyak ditakuti manusia. Meski ada sebagian orang menjadikan ular sebagai hewan peliharaannya. Pada umumnya ular ditakuti karena bisanya, yang disuntikkan melalui taring tajam saat menggigit. Jika ular sudah menggigit korbanya, racun tersebut akan menyerang pernafasan dan sistem saraf sehingga menyebabkan korbannya lumpuh bahkan mati dengan seketika.

berikut ini adalah ular  mematikan yang berada di indonesia :

Ular Welang(Bungarus fasciatus)



 ular berbisa yang beraktifitas atau berburu mangsa pada malam hari, ada pula yang menyebutnya dengan bandet krait, kalau di Indonesia disebut dengan welang, mungkin karena tubuhnya yang belang-belang hitam dan putih.

Ular ini bisa bisa tumbuh panjang sampai dengan 2.25 m, dan bentuk kepala ular welang hampir segitiga, matanya yang kecil dengan warna hitam yang menyatu dengan kepalanya, dengan ekor yang berbentuk tumpul. Biasanya ular ini hidup di tempat yang yang basah dan dalam hutan, banyak terdapat ular welang di sawah dan rawa-rawa pada saat malam hari.

Ular Weling(Bungarus candidus)




Ular ini berbeda dengan Bungarus fasciaus, ia tidak memiliki tulang vertebral yang ditinggikan sehingga tidak terlihat memiliki bentuk tubuh segitiga. Ular ini memiliki tubuh berbentuk silindris dengan 19-31 buah belang-belang berbentuk oval pada warna dasar putih, belang tersebut tidak mengelilingi tubuhnya melainkan hanya pada bagian atas tubuhnya, perutnya berwarna putih polos, buntutnya runcing, memiliki 7-9 belang tidak seperti Ular Welang yang berbentuk serupa kepalanya. Ular ini terlihat lebih menyukai mendiami daerah yang memiliki dataran rata, dapat ditemukan di hutan, perkebunan dan daerah pertanian, biasa ditemukan di keitnggian hanya hingga 1200m.

Ular Kobra jawa(Naja sputatrix)




Cobra jawa merupakan ular berbisa tinggi. Bisa ular ini bersifat hemotoksik atau bersifat merusak sel darah dan juga neurotoksik atau bersifat merusak sel syaraf. Selain itu, dalam keadaan terancam ular ini dapat menyemprotkan bisanya untuk melumpuhkan lawannya. Masyarakat Jawa menyebut ular ini sebagai ular sendok karena bentuk lehernya yang dapat memipih menyerupai sendok saat terancam.

Aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) dan hidup di permukaan tanah (terestrial). Mammalia kecil, kadal, dan amphibi merupakan diet alaminya. Meskipun sangat berbahaya 
akan tetapi keberadaannya perlu dilestarikan karena satwa ini dapat menjaga keseimbangan ekosistem. Perannya dalam mengendalikan hama tikus sangat bermanfaat bagi petani.

King kobra(Ophiophagus hannah)



Ular king kobra merupakan ular berbisa terpanjang dengan panjang tubuh hingga mencapai 5 meter, meskipun umumnya hanya sekitar 3-4 meter saja. Ciri khas ular ini adalah saat terancam mampu menegakkan dan memipihkan lehernya, meskipun kemampuan ini juga dipunyai oleh ular sejenis dari genus Naja sp. yang di Indonesia sering disebut ular sendok.

Kemampuan mengeluarkan bisa ular king kobra atau tedung juga sangat besar dan jauh lebih banyak dari ular sejenis. Dalam satu kali gigitan ular ini dapat mengeluarkan sejumlah bisa yang cukup untuk membunuh hingga 10 orang sekaligus bahkan seekor gajah sekalipun.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel