BAKSO DAGING CELENG,YANG MERESAHKAN





CIBINONG, (PR).- Polisi mengungkap penjualan daging babi hutan atau celeng sebagai bahan baku bakso, Selasa 30 Mei 2017. Lokasi penjualan ada di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Kabar peredaran daging celeng mengundang reaksi anarkistis masyarakat setempat. Warga sempat merusak salah satu kedai bakso karena diduga menyajikan bakso berbahan dasar daging celeng.
Kepala Polisi Resor Bogor Andi M Dicky Pastika menceritakan penggerebekan itu dilakukan di Kios Notoroso, Ruko Mambo Pasar Citereup. Penggerebekan dilakukan selepas waktu sahur. "Pelaku menjual daging celeng dengan cara dioplos daging ayam sebagai bahan pembuatan bakso. Pengoplosan dilakukan oleh para penjual bakso di wilayah Citeureup," kata dia di markasnya.
Dari tempat tersebut, petugas menyita daging babi hutan seberat 46 kilogram, 60 kilogram daging ayam dan daging oplosan atau campuran keduanya sebanyak 4 kilogram, juga sejumlah alat penggilingan. Menurut hasil pengujian dari dinas peternakan setempat, Dicky meyakinkan daging tersebut merupakan daging celeng atau mengandung unsur daging celeng pada daging yang telah digiling.
Polisi juga mengamankan seorang pemilik tempat berinisial P (42), empat pekerja masing-masing berinisial AI (35), U (24), I (30) dan M (31) serta seorang pembeli berinisial HS (39). Para pelaku yang terlibat menurut Dicky, diancam undang-undang perlindungan konsumen dengan hukuman hingga lima tahun penjara.
Daging celeng lebih murah

Menurut pengakuan mereka, daging oplosan tersebut dijual dengan harga Rp 40.000-50.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga daging sapi yang biasa dijadikan bahan baku bakso, sebanyak Rp 110.000-120.000 per kilogram.
Penggeledahan tersebut disusul dengan pengecekan beberapa kedai bakso di wilayah Kecamatan Citeureup. Dari tiga tempat yang diperiksa polisi, dua di antaranya dinyatakan positif menggunakan bahan baku daging babi hutan. "Memang ada sejumlah tempat yang dicurigai tapi karena diduga informasinya sudah bocor sehingga yang lainnya kabur," kata Dicky.
Polisi juga mengembangkan penyelidikan ke pihak pemasok daging celeng tersebut. Dicky mengatakan jajarannya telah menangkap dua orang pemasok dan menyita sekitar 300 kilogram daging haram itu di dalam seunit mobil pikap. Menurut pengakuan pelaku berinisial AG (36) dan DM (40), daging celeng dipasok dari Pulau Sumatra.***
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Ar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel