TAK LAMA LAGI WIFI AKAN TERGANTI DENGAN LIFI

Uji laboratorium menunjukkan kecepatan Li-Fi lebih dari 200 Gbps. Dengan kecepatan tersebut, Anda bisa mengunduh 23 DVD hanya dalam waktu satu detik.



Li-Fi mengirimkan informasi secara nirkabel melalui cahaya tampak. (Flickr/Iphone Digital)
Tak lama lagi, cahaya yang berasal dari lampu LED akan membuat kecepatan koneksi Wi-Fi ibarat siput berjalan. Ini semua berkat teknologi baru yang disebut Li-Fi, singkatan dari "Light Fidelity” yang mengirimkan informasi secara nirkabel melalui cahaya tampak.

Teknologi ini baru-baru ini didemonstrasikan di Mobile World Congress, pameran mobile terbesar di dunia oleh perusahaan start up Perancis, Oledcomm. Li-Fi bahkan menarik minat perusahaan Apple untuk mengintegrasikannya ke dalam iPhone 7.

Hal yang membuat Li-Fi begitu revolusioner adalah kecepatan yang luar biasa, hingga 100 kali lebih cepat dari Wi-Fi. Dengan menggunakan koneksi Li-Fi, Anda bisa mengunduh 23 DVD hanya dalam waktu satu detik. Uji laboratorium menunjukkan kecepatan Li-Fi lebih dari 200 Gbps.

Teknologi ini bisa memecahkan masalah ‘kemacetan’ yang saat ini ada pada jaringan Wi-Fi. Apalagi, diperkirakan sekitar 50 juta objek yang berbeda dan perangkat akan terhubung ke Internet pada tahun 2020.

Li-Fi bekerja dengan memanfaatkan kerlip tak terlihat dari lampu LED, yang sebenarnya berkedip ribuan kali per detik. Kedipan tersebut telah dijuluki sebagai “persamaan digital sandi Morse”.

Untuk semua kelebihannya, Li-Fi memang memiliki satu kelemahan. Karena menghantarkan informasi dengan cahaya tampak, perangkat Anda harus berada di ruang dengan lampu yang menyala terang agar Li-Fi bisa bekerja.

Li-Fi tak bisa digunakan dalam ruangan yang gelap atau di bawah sinar matahari. Sinar matahari akan mengganggu cahaya buatan yang mentransmisikan informasi. Li-Fi juga tidak bisa menembus dinding, karena alasan yang sama bahwa cahaya dari ruang tertutup tidak bisa menerangi setiap kamar sekitarnya.

Jadi Wi-Fi masih menjanjikan untuk digunakan, meskipun Li-Fi telah diimplementasikan secara luas.

Saat ini, Li-Fi lebih merupakan teknologi laboratorium daripada sesuatu yang akan anda temukan di kedai kopi, tapi mungkin tak akan lama lagi hotspot Li-Fi mulai bermunculan. Deepak Solanki, pendiri perusahaan Estonia Velmenni, yang menguji Li-fi di ruang industri tahun lalu, mengatakan ia yakin bahwa teknologi ini benar-benar akan mulai dikomersialkan dalam dua tahun ke depan.

Bahkan, rentang waktu itu mungkin dipersingkat jika Apple mulai mengintegrasikannya dengan iPhone 7, yang dijadwalkan akan rilis pada akhir tahun ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel