PENYAKIT KAWASAKI MENGANCAM BALITA,KENALI GEJALANYA



Dunia kedokteran akhir-akhir ini dibuat pusing dengan penyakit Kawasaki. Pasalnya, hingga saat ini dokter spesialis anak masih belum mengetahui penyebab penyakit yang hanya dapat didiagnosis secara klinis ini.
Penyakit ini sempat menghebohkan Surabaya setelah seorang bayi berusia 8 bulan didiagnosis positif terjangkit. Secara umum, penyakit ini mirip seperti demam berdarah.

1. Ditemukan pertama kali oleh Dokter Kawasaki asal Jepang

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Dokter Sutomo Surabaya, Agus Harianto mengatakan bahwa kawasaki umumnya menyerang balita. Awal mulanya ditemukan di Jepang oleh dokter bernama Kawasaki. ""Penyakit Kawasaki itu bukan virus. Sampai sekarang, penyebabnya belum diketahui pasti," ujar Agus, Kamis (1/2).

2. Gejala awalnya demam tinggi

Agus mengatakan bahwa banyak dokter kesulitan mendiagnosis penyakit langka ini. Namun, gejala awalnya adalah demam yang sangat tinggi selama lima hari. Meski sudah diberi obat penurun, namun panas pada penderitanya tak kunjung turun. "Jadi menter saja meski dikasih obat," katanya.

3. Mata merah, pembesaran kelenjar dan nyeri hingga kejang

Gejala lain pada anak yang terserang penyakit kawasaki yakni matanya memerah disertai pembesaran kelenjar dan nyeri pada perut. "Sehingga pasien didiagnosis seperti campak atau demam berdarah. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher juga bisa dikira penyakit gondok," terangnya.
Agus menambahkan, gejala lainnya adalah kejang. Sehingga pemeriksaan penyakit kawasaki paling akurat bisa dilakukan oleh dokter spesialis jantung. Jika melalui dokter umum, penyakit kawasaki umumnya akan dianggap sakit biasa. "Padahal penyakit yang satu ini obatnya sangat mahal. Satu botol berisi 50 cc seharga Rp 9,5 juta."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel