9 PERBUATAN DURHAKA ANAK PADA ORANGTUA





Orang tua adalah pintu surga bagi seorang anak. Bila berbakti pada keduanya maka seolah-olah dia telah mendapat sebuah tiket dari Allah untuk masuk ke dalam istana-istana yang indah di akhirat nanti.
Sayangnya, banyak yang tak mau memanfaatkan hal ini. Bahkan melakukan sebaliknya: durhaka. Padahal, durhaka pada orang tua termasuk dosa besar dan berada di urutan kedua setelah syirik.
Di bawah ini akan kami sampaikan beberapa bentuk perbuatan durhaka pada orang tua.

1. Berkata “ah” pada keduanya

Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang tua, juga betapa Islam memuliakan keduanya. Berkata ah saja dilarang, apalagi kalau seorang anak berani membentak pada orang tuanya. Sungguh dia telah durhaka.

2. Membuat mereka sedih dan menangis

Tidak ada cinta yang lebih besar melainkan cinta orang tua kepada anaknya. Mereka rela berkorban nyawa pada buah hatinya. Kasih sayang mereka tak terbayar, meski dengan dua gunung emas.
Maka jangan sekali kali membuat mereka bersedih dan menagis karena buruknya perkataan atau jeleknya perilaku. Apakah air susu harus dibalas air tuba?
Setelah mereka besarkan sedari bayi, lalu dibalas dengan menjatuhkan air mata keduanya. Patutkah demikian?

3. Menelantarkan dan tidak melayani keduanya

Jangan sekali-kali menitipkan orang tua di panti jompo sebagaimana kebiasaan yang dilakukan oleh orang orang di luar sana. Sungguh, perbuatan demikian sangat tercela.
Ayah dan ibu adalah surga bagi anaknya. Bagaimana mungkin keduanya dibuang di tempat nun jauh dan ditelantarkan?

4. Lebih mementingkan dan mendahulukan istri

Banyak yang keliru dalam perkara ini. Setelah menikah banyak laki-laki lupa dengan orang tua, bahkan jarang mengunjungi keduanya. Terlalu sibuk dengan istri hingga hilang komunikasi dengan mereka.
Coba ingat cerita Alqomah. Sungguhlah dia itu seorang sahabat Nabi yang saleh: ahli shalat, rajin puasa, sering tahajud, gemar sedekah, akhlaknya jua baik kepada sesama. Tapi, alangkah anehnya dia sangat menderita ketika sakaratul maut. Lalu apa dosanya?
Ya, karena dia semenjak menikah jarang mengunjungi ibunya dan lebih mendahulukan istrinya. Hingga ibunya merasa tak diperhatikan. Maka waspadalah dengan hal ini. Sungguh, walaupun sudah menikah orang tua tetap memiliki hak terhadap anaknya.


5. Berwajah cemberut di depan keduanya

Ada seseorang jika bertemu dengan teman dan sahabatnya dia tersenyum, ataupun bertemu dengan klien atau kolega dia pasang wajah sebaik mungkin agar menimbulkan kesan ramah pada mereka.
Sayangnya, bila berjumpa dengan orang tuanya dia pasang wajah cemberut dan sinis. Padahal, orang tualah yang paling berhak atas senyumnya, paling berhak atas wajah manisnya, paling berhak atas perlakuan baiknya.
Sungguh buruk seorang anak yang memasang wajah masam pada ibu dan ayahnya.

6. Tidak menghormati dan menghargai keduanya

Zaman sekarang sudah banyak terjadi hal seperti ini. Betapa banyak mata melihat seorang anak yang berani melawan orang tuanya. Tidak menghormati dan menghargai keduanya. Sudah lupakah dia dengan segala jerih payah dan keringat yang dulu membesarkannya?
Betapa durhakanya anak yang demikian.

7. Tidak mau menuruti perintah keduanya

Selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketetapan Allah dan rasul-Nya. Juga tidak melanggar aturan agama, maka seorang anak wajib mentaatinya. Karena taat pada orang tua adalah kewajiban baginya. Jika dia membangkang, maka sungguh itu perbuatan dosa.

8. Mencela keduanya

Bukankah kita sering mendengar bahkan menyaksikan sendiri seorang anak yang mencela dan memaki orang tuanya sendiri. Dikarenakan keduanya sudah sepuh dan renta hingga memerlukan perawatan lebih dari sang anak. Malangnya, sang anak bukanlah sosok yang memiliki tabiat baik hingga saat dimintai tolong bukannya memberi bantuan tapi malah mencela dan memaki orang tuanya.

9. Tidak mengakui keduanya sebagai orang tua

Inilah perbuatan yang paling buruk. Sungguh, orang yang melakukan hal ini akan mendapat laknat dari Allah ta’ala.

Herannya, ada saja orang yang melakukan hal ini. Kadang mereka tak mau mengAkui orang tuanya karena malu; orang tuanya miskin, sepuh, renta, dll. Padahal, dia adalah darah daging dari keduanya.


Semoga saja kita tidak termasuk ke dalam sembilan perbuatan ini. Selama orang tua masih hidup, maka berbaktilah dengan sebaik-baiknya. Sungguh yang demikian hanya terjadi sekali. Bila keduanya tiada, maka berlalulah kesempatan itu. Mudah-mudahan kita dikumpulkan dengan orang tua kita di surga nanti. Aamiin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel