Kisah Abu Nawas dan Raja Yang Mencium Pantat Ayam

Siapa yang belum tahu Abu Nawas. Pasti hampir semua pembaca prstinta.com sudah pernah mendengar dan membaca kisah kisah tentang Abu Nawas. Cerita nya yang kocak dan penuh dengan hikmah serta pelajaran yang bisa kita ambil, membuat banyak orang tertarik untuk mengetahui berbagai kisah nya. Nah kali ini prstinta.com akan sajikan sepenggal kisah menarik Abu Nawas dan Raja Harun Ar-Rasyid yang mencium pantat ayam.



Suatu ketika Raja Harun Ar-Rasyid sedang merasa geram dengan Abu Nawas. Beberapa kali Abu Nawas telah membuat malu Sang Raja di hadapan para pejabat kerajaan. Hingga akhirnya Sang Raja hendak membuat satu jebakan untuk Abu Nawas. Seperti biasa, Abu Nawas akan mendapat hukuman jika gagal.

Abu Nawas di panggil untuk menghadap Raja Harun Ar-Rasyid. Sang raja pun lantas memberikan sebuah pertanyaan dan tantangan.

"Wahai Abu Nawas, di depan mejaku itu ada sepanggang daging ayam yang lezat dan enak dilahap, tolong segera ambilkan," begitu perintah Sang Raja.

Abu Nawas pun merasa bingung dengan hal itu, karena tidak biasanya ia diperintahkan mengambilkan makanan untuk Raja.

"Aku harus waspada, Mungkin Raja ingin menjebakku,," pikir Abu Nawas.

Abu Nawas akhirnya melakukan yang telah diperintahkan Raja. Ia mengambil ayam panggang dia atas meja, kemudian diberikanya ayam itu kepada raja. Namun sebelum itu, Sang Raja memberikan pertanyaan lagi untuk Abu Nawas.

"Abu Nawas, di tangan kamu ada sepotong ayam panggang yang lezat, silahkan dinikmati." begitu perintah Raja.

Namun ketika Abu Nawas hendak memakan ayam panggang tersebut, tiba-tiba Sang Raja berkata lagi,

"Abu Nawas, dengarkan dulu sebelum kamu menyantapnya. Jika kamu menyantap ayam itu dengan cara memotong paha ayam terlebih dahulu, maka aku juga akan memotong pahamu dan jika kamu memotong dada ayam terlebih dahulu, maka aku tentu akan memotong dadamu. Lalu, jika kamu memakannya dengan memotong kepala ayam terlebih dahulu, maka aku pasti memotong kepalamu. Kalau kamu hanya mendiamkan saja ayam panggang itu dan tidak memakanya, Aku akan menggantungmu," kata sang Raja kepada Abu Nawas.

Abu Nawas pun dibuat bingung dengan petunjuk yang dititahkan Sang raja. Ia semakin yakin jika hal ini hanya akal-akalan sang Raja untuk menghukumnya. Bukan hanya Abu Nawas saja yang tegang, bahkan semua pejabat kerajaan yang hadir di istana juga tampak tegang.

Beberapa kali Abu Nawas hanya membolak-balikkan ayam panggang yang ditanganya itu. Sampai kemudian Abu Nawas mulai mendekatkan ayam panggang itu ke hidungnya.

Para pejabat yang hadir di istana mulai bingung dan tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Abu Nawas. Kemudian terlihat Abu Nawas mulai mencium bagian pantat ayam panggang yang lezat itu.

"Jika saya memotong paha ayam ini, maka Baginda akan memotong pahaku, jika saya memotong dada ayam ini, maka Baginda juga akan memotong dadaku, jika saya memotong dan memakan kepala ayam ini, Baginda akan memotong kepalaku juga, tetapi coba lihat, saya akan menimang-nimang ayam panggang ini dan menciumi pantatnya terlebih dahulu sebelum saya makan," kata Abu Nawas.

"Apa yang kau maksud, wahai Abu Nawas," tanya Baginda Raja.

"Maksud saya Baginda, kalau saya melakukan hal demikian maka Baginda akan membalasnya dengan demikian pula, layaknya yang saya lakukan dengan ayam ini. Maka dari itu, saya hanya akan mencium pantat ayam panggang ini saja, dan Baginda juga tentu harus mencium pantat ayam panggang ini seperti yang saya lakukan," jelas Abu Nawas.

Sontak saja hal itu membuat para hadirin di istana menahan tawa, karena takut dihukum raja. Sementara itu, Sang Raja yang telah mendengar ucapan Abu Nawas menjadi merah raut mukanya karena sudah dibuat malu untuk kesekian kalinya. Untuk menutupi rasa malunya itu, Akhirnya Raja memerintahkan Abu Nawas pulang dan pergi dengan ayam panggang yang lezat itu.

"Wahai Abu Nawas, cepatlah kamu pulang, sebelum aku berubah pikiran," kata raja.

Sesampainya di rumah, Abu Nawas mengundang para tetangganya untuk berpesta ayam panggang. Dan ntuk kesekian kalinya, Abu Nawas berhasil membuat malu Raja Harun Ar-Rasyid di depan para pejabat kerajaan.

Begitulah sepenggal kisah Abu Nawas yang kocak, cerdik dan penuh akal. Tentunya banyak hikmah yang bisa kita petik

0 Response to "Kisah Abu Nawas dan Raja Yang Mencium Pantat Ayam"

Post a Comment

Komentar Bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel